Workshop Terbaru

Seminar Communication Intelligence
Seminar Communication Intelligence
Rp.500 000
Rp.397 000
You Save: Rp.103 000
Add to Cart

Produk Rekomendasi

Mendeteksi Kebohongan Seseorang
Mendeteksi Kebohongan Seseorang
Rp.55 000
Add to Cart
Meningkatkan Sales dgn Promosi yg Menggunakan Uang Org Lain
Meningkatkan Sales dgn Promosi yg Menggunakan Uang Org Lain
Rp.165 000
Rp.150 000
You Save: Rp.15 000
Add to Cart
Bagaimana Menjadikan Pelanggan Sebagai Sales Anda
Bagaimana Menjadikan Pelanggan Sebagai Sales Anda
Rp.165 000
Rp.150 000
You Save: Rp.15 000
Add to Cart
Tujuan dan Target Promosi PDF Print E-mail
Written by Norman Firman MBA., CBA., CPI   
Wednesday, 02 September 2009
Di suatu hari Minggu, ketika sedang mengantri keluar dari sebuah lapangan parkir, saya melihat ada seorang pria yang memegang brosur dan membagi-bagikan kepada setiap mobil yang membuka jendela. Karena ingin tahu, sayapun ikut membuka jendela dan menerima brosur tersebut. Segera saya lihat dan ternyata adalah brosur sebuah restoran yang sedang melakukan Launching Promotion. Restoran ini sebenarnya bukanlah restoran baru tetapi baru mulai menjual makanan Dim Sum. Untuk mempromosikan Dim Sum inilah maka restoran tersebut melakukan Launching Promotion. Di brosur tertulis Discount 50% untuk masa waktu tertentu.

Di suatu hari Minggu, ketika sedang mengantri keluar dari sebuah lapangan parkir, saya melihat ada seorang pria yang memegang brosur dan membagi-bagikan kepada setiap mobil yang membuka jendela. Karena ingin tahu, sayapun ikut membuka jendela dan menerima brosur tersebut. Segera saya lihat dan ternyata adalah brosur sebuah restoran yang sedang melakukan Launching Promotion. Restoran ini sebenarnya bukanlah restoran baru tetapi baru mulai menjual makanan Dim Sum. Untuk mempromosikan Dim Sum inilah maka restoran tersebut melakukan Launching Promotion. Di brosur tertulis Discount 50% untuk masa waktu tertentu.

Karena letak restoran tersebut tidak terlalu jauh, maka saya sekeluarga segera mengarahkan mobil kami ke restoran tersebut. Kami memesan jenis makanan yang memang sering kami pesan jika makan Dim Sum. Setelah makan selesai, kami lalu meminta bon makan. Ketika bon datang, ternyata jumlahnya tidak mencantumkan Discount sebagaimana diinformasikan dalam brosur. Saya segera bertanya bukankah sekarang sedang ada Discount 50%? Pelayan segera menjawab bahwa memang ada Discount tetapi dalam bentuk Cash Back, akan diberikan voucher yang dapat dipakai pada makan berikutnya. Dalam hati saya menggerutu karena ternyata harus membayar harga penuh dulu baru di kunjungan berikut mendapat Discount. Saya lalu membayar dan menunggu kembalian serta Voucher Discount. Begitu Voucher datang, ternyata Voucher tersebut merupakan kelipatan Rp. 20 ribu dan hanya mendapat 2 voucher atau setara dengan Rp. 40 ribu, padahal kami makan lebih dari Rp. 90 ribu. Jadi Discount yang didapat kurang dari 50%. Sayapun menggerutu ke-2 kalinya.

Dari contoh di atas anda dapat melihat, banyak para pebisnis dan juga bagian marketing yang melakukan promosi dengan tujuan yang kurang tepat dan dilakukan dengan “setengah hati”. Melakukan promosi dengan memberikan Discount langsung 50% dan memberikan Voucher 50% untuk kunjungan berikut, mempunyai tujuan yang jauh berbeda. Discount langsung 50% ditujukan agar orang mau mencoba, apalagi jika jenis produk/jasa yang ditawarkan bukanlah sesuatu yang baru, maka taktik melakukan discount dapat berjalan dengan efektif untuk menarik para trialist atau orang yang mencoba. Taktik ini sasarannya adalah pelanggan baru. Sedangkan voucher 50% untuk kunjungan berikut mempunyai tujuan untuk meningkatkan repeat purchase atau pembelian berulang dan sasarannya adalah pelanggan lama agar mereka lebih sering berkunjung. Salah menerapkan malah akan membuat para pelanggan baru merasa kecewa dan tidak mustahil ada yang merasa “tertipu”.

Hal yang kedua adalah promosi “setengah hati”. Disebut setengah hati dikarenakan kenyataan berbeda dengan janji. Dalam kasus di atas, promosi menjanjikan 50% sedangkan yang diterima kurang dari 50%. Promosi setengah hati ini sering sekali saya dan anda temui. Menurut saya, tidak ada gunanya melakukan promosi kalau masih banyak kondisi-kondisi yang harus dipenuhi oleh pelanggan dan seringkali kondisi tersebut sulit untuk dipenuhi. Lihat saja iklan-iklan operator seluler sebagai contohnya. Jika pelanggan sampai mengalami kekecewaan maka tujuan promosi tadi malah akan berbalik arah. Bukannya membuat pelanggan baru menjadi setia, tetapi justru pelanggan baru menceritakan kejadian tidak enak ini kepada orang-orang lain.

Ketika anda akan melakukan promosi, rumuskanlah terlebih dahulu apa tujuan anda melakukan promosi dan siapa target marketnya. Tanpa perencanaan yang matang, maka promosi kita hanya akan berakhir sia-sia.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi peningkatan bisnis dan penjualan anda.

Salam Omzetter!

Norman Firman MBA., CBA., CPI
Sales & Marketing Performance Consultant & Trainer
“To Improve Result is to Change Performance’
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
 
Next >