| Sudahkah Karyawan di Franchise Anda Tersenyum? |
|
|
|
| Written by Norman Firman MBA., CBA., CPI | |
| Wednesday, 02 September 2009 | |
|
Perkembangan Franchise di tanah air cukup pesat. Begitu banyak jenis bisnis yang ditawarkan. Namun tampaknya Franchise lokal masih sulit untuk menggempur franchise asing. Mengapa demikian? Perkembangan Franchise di tanah air cukup pesat. Begitu banyak jenis bisnis yang ditawarkan. Namun tampaknya Franchise lokal masih sulit untuk menggempur franchise asing. Mengapa demikian? Cobalah anda datang ke franchise lokal kemudian lakukan studi banding ke franchise asing yang menjual produk yang persis sama agar anda bisa membandingkan apple-to-apple. Cobalah kemudian renungkan, apa bedanya? Saya pernah mendampingi seorang sahabat yang sedang dalam proses untuk mengambil franchise lokal dengan investasi yang tidak terlalu besar. Setelah semua berjalan, saya melakukan studi banding, antara franchise yang diambil oleh sahabat saya tersebut dengan franchise asing. Saya juga mempelajari konsep-konsep dari para client saya yang menjalankan sistem franchise. Dari hasil studi banding dan pembelajaran itu, saya menyimpulkan bahwa fokus dari franchise lokal masih lebih kepada Sales Development sedangkan franchise asing lebih ke Business Development. Apa maksudnya? Di banyak franchise lokal, fokus mereka seringkali hanya kepada kualitas produk saja tetapi kurang/tidak memperhatikan pada hal-hal lain yang mendukung perkembangan bisnis, misalnya : training berkesinambungan kepada para pengambil franchise dan karyawannya, kontrol yang ketat terhadap perilaku karyawan (seperti salam, senyum, ucapan terima kasih), peraturan yang ketat terhadap prosedur kerja (termasuk penggunaan seragam, proses pengerjaan, dll), peralatan (keseragaman alat yang digunakan, dll), promosi, dsb. Belum lagi dari segi lokasi/tempat franchise. Di franchise lokal, aturan ini lebih longgar, karena banyak dari mereka yang hanya fokus kepada sales tanpa memperhatikan pada perkembangan bisnis jangka panjang. Sementara di franchise asing, lokasi merupakan key success factor. Karena lebih berfokus pada sales dan bukan bisnis jangka panjang, banyak sistem franchise yang pada awalnya berhasil mendapatkan/membangun banyak jaringan, tapi dalam hitungan 2-3 tahun, menyusut habis-habisan. Salah satu akar penyebab dari ini semua dikarenakan terlalu cepat ingin menjalanan franchise agar bisnis berkembang dengan pesat. Berawal dari 1 toko yang dijalankan sendiri (karena dijalankan sendiri, pastinya si pemilik berusaha habis-habisan), bisnisnya berkembang tetapi sistem belum terbentuk dengan sempurna. Berdasarkan perkembangan ini, lalu membuka kesempatan kepada para franchisee untuk mengambil franchise. Padahal para franchisee kebanyakan lebih ingin berperan sebagai investor. Mereka tidak mau bersusah payah seperti si pemilik ketika menjalankan 1 toko dulu. Sistem kurang bagus, pengelolaan dari franchisee kurang bagus, maka bisnisnya tidak bertahan lama. Jika saat ini anda menjalankan sistem franchise, saran saya : fokuslah pada bisnis jangka panjang bukan pada sales semata. Jika hanya fokus pada sales atau jangka pendek, bisnis kemungkinan akan menderita dalam jangka panjang. Semoga artikel ini bermanfaat bagi perkembangan penjualan dan bisnis anda! Salam Omzetter! Norman Firman MBA., CBA., CPI Sales & Marketing Performance Consultant & Trainer “To Improve Result is to Change Performance’ This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it |
| < Prev | Next > |
|---|











