| Comment Please ... |
|
|
|
| Written by Norman Firman, MM., MBA., CBA | |
| Tuesday, 19 May 2009 | |
|
Salah satu kesukaan saya ketika waktu malam adalah masuk ke forum-forum yang ada di Internet, karena ini adalah sumber informasi yang sangat luar biasa. Ketika masuk ke forum dan membaca topik/thread yang ada, saya sering menemukan para Thread Sender (orang yang memulai topik/thread) suka mengetik kalimat sebagai berikut “tolong commentnya..”
Awalnya saya tidak terlalu memperhatikan kalimat singkat ini, saya hanya baca thread/topiknya tanpa memberikan komentar. Tetapi ketika saya yang menjadi Thread Sender, ternyata memang ada suatu kebanggaan dan kesenangan tersendiri jika Thread/Topic kita tidak hanya dilihat tetapi juga diberikan komentar oleh para pembaca. Dengan adanya kebanggan dan kesenangan ini memacu saya untuk terus mengembangkan kreatifitas dan mensharingkan pengetahuan saya di forum-forum itu. Sebaliknya, jika saya sudah menulis dan tidak ada yang mengomentari, maka motivasi untuk menulis lagi menjadi agak menurun. Salah satu cara untuk memotivasi diri sendiri lagi, saya menjadi narsis, masuk ke google lalu mengetik nama sendiri : Norman Firman, untuk mencari siapa tahu dimana saja tulisan-tulisan saya dicopy oleh orang-orang, entah itu blog, milis, website atau forum. Jika orang mengcopy tulisan saya, berarti ia merasakan manfaat dari tulisan saya dan itu membuat saya menjadi berarti sehingga motivasi timbul kembali. Ternyata memang setiap manusia butuh untuk dihargai atau diakui. Maslow dengan teori motivasinya yang terkenal juga mengatakan bahwa salah satu kebutuhan/need manusia adalah “Recognition”. Dengan adanya pengakuan atau penghargaan, seseorang merasa berarti sehingga bisa meningkatkan performance dalam bekerja. Pertanyaannya “Apakah anda pernah memberikan penghargaan atau pengakuan atas prestasi kerja para salesman atau penjual atau anak buah anda?” ataukah anda berpikiran “Memang itu sudah seharusnya, tidak perlu diberikan penghargaan atau pengakuan lagi”. Belajar dari contoh yang saya berikan di awal tulisan ini, penghargaan dan pengakuan tidaklah harus berbentuk materi, tetapi perhatian atau pujian sudah dapat menjadi alat yang efektif untuk memacu salesman atau penjual anda untuk berusaha lebih hebat lagi. Penghargaan atau pengakuan ini akan menjadi lebih efektif lagi bila diberikan atau dilakukan tidak lama setelah si penjual melakukan tindakan yang positif atau memberikan kontribusi yang berarti. Jika antara pengakuan dan tindakan terdapat jeda yang lama, maka efektivitas akan berkurang bahkan bisa menjadi bumerang karena si salesman dapat berpikiran “wah baru diakui sekarang, kemarin ini kemana aja….” Saya pernah bertanya kepada para mahasiswa saya : “Apa beda Leader dengan Manager?” dan saya mendapat bermacam-macam jawaban dari mereka. Sebenarnya esensi perbedaan dari Leader dan Manager ada di pembahasan saya di atas. Fokus seorang Manager adalah pada tugas sedangkan Leader pada manusia. Seseorang bisa saja seorang manager tetapi bukan leader yang baik, karena ia hanya peduli tugas-tugasnya selesai tetapi tidak memperdulikan anak buahnya. Sedangkan seorang leader tidak perlu menjadi seorang manager, karena ketika seseorang menaruh minat dan peduli pada perkembangan orang lain, ia sudah dapat dikatakan sebagai seorang leader. Gunakanlah senjata yang simpel, sederhana dan murah ini untuk meningkatkan kinerja dari para salesman dan lihat hasilnya pada hasil yang mereka hasilkan bagi bisnis anda. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Jika anda ingin melihat artikel-artikel yang lain, silakan kunjungi www.omzetter.com Salam Omzetter!!! |
| < Prev | Next > |
|---|












