| Makan Banyak atau Sedikit? |
|
|
|
| Written by Norman Firman, MM., MBA., CBA | |
| Tuesday, 19 May 2009 | |
|
Apakah anda pernah mendengar pernyataan berikut ini : “Makan pagi seperti raja, makan siang seperti rakyat biasa, makan malam seperti pengemis”. Apakah anda tahu artinya? Jika jawaban anda sebagai berikut : “Makan pagi yang banyak dan bervariasi, makan siang lebih sedikit, makan malam paling sedikit “, jawaban anda bisa betul atau bisa salah, tergantung pada cara pandangnya.
Lho, kok begitu? Mungkin anda bertanya kenapa saya menjawab jawabannya bisa betul atau bisa salah. Coba pikirkan jika saya balik cara pandangnya, seorang raja karena sudah terbiasa makan makanan mewah biasanya makannya hanya sedikit. Coba saja anda pergi ke fine dining restaurant yang harga makanannya super duper mahal, maka makanan yang disajikan pasti sedikit secara kuantiti. Sekarang coba anda pergi ke warteg, pesan nasi rames seharga Rp. 6000, maka nasinya pasti akan melimpah ruah. Jadi pernyataan tersebut bisa juga diartikan “Makan pagi sedikit, makan siang sedang, makan malam yang banyak”. Anda bisa lihat, dari pernyataan yang sama bisa berarti berbeda 180 derajat, tergantung pada persepsi mereka yang mendengar. Apa hubungannya dengan bisnis atau penjualan anda? Mudah saja, dalam situasi seperti sekarang, dimana penjualan mungkin mengalami penurunan dan anda memiliki berbagai strategi atau program untuk mengatasi kelesuan saat ini. Problemnya, apakah anda mengkomunikasikan strategi dan program anda secara jelas dan yang paling penting apakah maksud/pesan anda tertangkap oleh para sales atau anak buah anda. Contoh : anda ingin memotivasi bagian penjualan dengan mengatakan sebagai berikut : saat ini seperti yang anda semua ketahui, situasi sedang sulit dan perusahaan juga sulit kalau kita semua biasa-biasa saja. Kita harus melakukan sesuatu yang luar biasa. Apakah anda pernah melihat harimau? Ketika ia mengejar mangsanya, maka ia akan berusaha sekuat tenaga, menggunakan segala senjata yang ia punya baik gigi maupun cakar untuk menerkam mangsanya. Nah, sampai sini, pesan dan cerita anda bisa ditangkap secara berbeda oleh para salesman atau penjual anda : 1. Ada yang menangkap pesan bahwa kita harus berusaha sekuat tenaga dalam menghasilkan penjualan. 2. Ada yang menangkap pesan bahwa kita harus menggunakan berbagai cara untuk menghasilkan penjualan. 3. Ada pula yang menangkap pesan bahwa kita harus ganas seperti harimau dalam menerkam para calon pelanggan. Mana sebenarnya “pesan” yang ingin anda sampaikan? Jangan sampai banyak yang mengartikan pesan anda adalah yang no.3 dan mereka semua menjadi agresif tetapi negatif kepada para calon pelanggan. Yang ada bukannya tambahan sales yang didapat melainkan rasa sebal dari para calon pelanggan karena terus dikejar-kejar dengan tidak mengenakkan. Jadi, berkomunikasilah yang jelas dan cek apakah “pesan” yang ingin anda sampaikan sudah tertangkap oleh para salesman atau penjual anda, supaya tidak terjadi mis-komunikasi. Semoga bermanfaat & Salam Omzetter! |
| < Prev | Next > |
|---|












