|
Beberapa hari lalu saat sedang mengemudikan mobil, saya mendengar di radio tentang program promosi yang dilakukan oleh sebuah provider selular. Dikatakan bahwa provider tersebut akan membagi-bagikan 3 buah handphone gratis setiap harinya. Syaratnya adalah dengan menempelkan stiker yang bisa didapatkan secara gratis bagi para pengguna provider tersebut. Nantinya provider tersebut akan mencari mobil yang ditempeli stiker dan yang terpilih langsung mendapatkan Handphone gratis.
Menurut saya ini di satu pihak ini adalah suatu program yang luar biasa, namun di lain pihak juga berpotensi tidak bermanfaat, kenapa? Kita mulai dulu dari sisi manfaat:
Pertama : mendorong orang untuk membeli nomor dari si provider (karena dengan nomor tersebut, si pengguna bisa mendapatkan stiker gratis). Dengan semakin murahnya nomor perdana dengan segudang bonus, program ini bisa membantu mendorong calon pelanggan untuk mencoba/trial.
Kedua : dengan adanya stiker di mobil, sebenarnya ini adalah iklan gratis bagi si provider yang dilakukan dengan sukarela oleh si pelanggan, karena atas kesadaran sendiri menempelkan stiker tersebut di mobilnya (tentunya dengan harapan bisa mendapatkan handphone gratis). Coba anda bayangkan : 3 buah handphone katakanlah nilai pasarnya @ Rp. 2 juta, sehingga biaya per hari adalah Rp. 6 juta. Jika sehari bisa memberikan 3 Handphone, sebulan bisa 180 handphone, maka provider ini pasti bisa mendapatkan harga lebih murah dari produsen handphone. Jika kita asumsikan ada 100.000 mobil mengikuti program ini, maka biaya iklan/mobil = Rp. 6 juta / 100.000 = Rp. 600/hari. Jika semakin banyak yang mengikuti, maka biaya per hari akan semakin murah. Yang hebatnya adalah ketika program berakhir, saya yakin tidak semua orang mencabut stikernya, sehingga si provider akan mendapatkan iklan berjalan secara Gratis.
Nah, sekarang kita lihat potensi tidak bermanfaatnya. Pertanyaan saya, apakah program memberikan 3 handphone per hari ini menarik atau tidak bagi pelanggan. Pertanyaan lain, Apakah jenis handphone yang diberikan menarik atau tidak. Sebagai pertimbangan : orang yang memiliki mobil, logikanya adalah kalangan menengah atas yang pastinya memiliki Handphone dan tidak sedikit yang memiliki Handphone yang masuk category middle-end to high-end. Jika Handphone yang dibagikan masuk kategori low-end, maka tidak akan menarik bagi para pengguna mobil. Jika target dari si HP low-end adalah untuk new-user atau price-sensitive, maka pastinya adalah mereka yang belum memiliki mobil. Disini terjadi ketidak-singkronan antara hadiah-target-dan-mekanisme. Belum lagi ika pelanggan membayangkan 3 handphone diperebutkan oleh ribuan orang, maka akan mengurungkan niatnya untuk mengikut program ini. Dengan semakin sedikitnya yang berpartisipasi, maka biaya iklan/mobil/hari akan menjadi tinggi.
Saran saya untuk provider ini :
- Lakukan riset terlebih dahulu kepada target dari promosi ini.
- Singkronkan antara hadiah-target-dan-mekanisme.
- Dalam komunikasi ke target jangan katakan 3 buah Handphone/hari tetapi katakanlah 180 Handphone gratis setiap bulannya.
Saran saya yang lain :
Apakah program ini lebih dimaksudkan untuk mencari pelanggan baru (trial) atau untuk meningkatkan awareness/kesadaran terhadap Brand/Merek dari si provider. Jika program ini lebih diarahkan untuk meningkatkan awareness, maka program promosi ini bisa sedikit dimodifikasi tetapi memberikan hasil yang lebih optimal, caranya : setiap orang boleh memasang stiker di mobilnya (ini akan menurunkan biaya/mobil/hari), tapi jika mobil mereka beruntung terpilih dan ternyata si pemilik menggunakan nomor dari si provider, maka hadiahnya berbeda, mendapatkan hadiah yang lebih mahal/ HP yang lebih mahal.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda para pebisnis ! Jika anda ingin mendapatkan artikel-artikel lain seputar Sales & Marketing, silakan kunjungi www.omzetter.com. Kami juga bekerjasama dengan Asosiasi Manager Indonesia (AMA DKI) untuk menyelenggarakan seminar “Merdeka Untuk Menjual !!” pada tanggal 28 Agustus. Silakan hubungi 0815-100-77-232 untuk informasi lebih lanjut.
Salam Omzetter!
Norman Firman MBA
Sales & Marketing Coach
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
|