YOOtheme

Workshop Terbaru

Workshop People Mastery for Sales (Batch III)
Workshop People Mastery for Sales (Batch III)
Rp.1 800 000
Rp.900 000
You Save: Rp.900 000
Add to Cart

Produk Rekomendasi

Workshop People Mastery in Sales (Batch II)
Workshop People Mastery in Sales (Batch II)
Rp.1 800 000
Rp.900 000
You Save: Rp.900 000
Add to Cart
Meningkatkan Sales dgn Promosi yg Menggunakan Uang Org Lain
Meningkatkan Sales dgn Promosi yg Menggunakan Uang Org Lain
Rp.165 000
Rp.150 000
You Save: Rp.15 000
Add to Cart
Mind Control Selling
Mind Control Selling
Rp.98 000
Add to Cart

Panel Pendaftar Masuk

Jika Anda telah mendaftarkan diri untuk keanggotaan Omzetter sebelumnya, mohon masukan nama pemakai dan kode sandi anda pada kotak yang tersedia.

Jika Anda belum mendaftarkan diri untuk keanggotaan Omzetter sebelumnya, mohon daftarkan diri anda terlebih dahulu dengan mengikuti link "Register" di atas dan ikuti instruksi yang diberikan pada proses pendaftaran.

Live Support

Jika Anda perlu bantuan, silahkan hubungi Live Support Representative kami yang sedang Online.

Untuk pertanyaan Teknis seperti masalah atau cara memakai sebuah fungsi pada situs Omzetter, silahkan hubungi Technical Support Department kami.

Untuk pertanyaan tentang Sales dan Administrasi seperti Produk, Penjualan, Pendaftaran, Status Pemesanan, Jadwal Workshop, dll. Silahkan hubungi Sales Department kami.

Untuk pertanyaan tentang materi seperti E-book, Laporan, Artikel, dll. Silahkan hubungi Coach kami.

Pada umumnya, jadwal live support kami adalah setiap hari Senin sampai Jumaat dan dari pukul 9 pagi sampai pukul 5 sore. Tetapi jika Anda melihat Status Representative kami sedang Online, jangan segan-segan untuk bertanya kepada mereka.

Motivational Quotes

[H]e educated the sons of chieftains in the liberal arts and gave higher marks to the talents of the Britons than to the studied skill of the Gauls, with the result that those who recently rejected the Latin language desired eloquence. Then too our manner of dress became stylish and there was widespread use of the toga; and gradually they gave in to the attractions of vices, porticoes and baths and the elegance of banquets. And this was called civilization among those who did not know better, *although it was part of slavery.*

Tacitus

Pengalaman Pengusaha

Paksa Dulu atau Beri Dulu? PDF Print E-mail
Written by Norman Firman, MM., MBA., CBA   
Saturday, 02 August 2008

Minggu lalu saya berkesempatan memberikan Training di Lembang, Jawa Barat. Karena tidak terlalu jauh dari Jakarta, saya mengendarai mobil untuk pergi dan pulang. Dalam perjalanan pulang dari Lembang, saya menemukan suatu pengalaman menarik dari Tempat Istirahat (TI) yang ada di jalan tol Cikampek-Jakarta.

Dari arah Cikampek menuju Jakarta, kita akan menemukan 2 TI yang besar dan mewah, memiliki banyak tempat makan, toilet, minimarket, dll. Sama-sama tempat TI, tetapi memiliki pendekatan yang berbeda dalam upaya untuk mendapatkan sales sebanyak-banyaknya.

Yang satu membuat jalur sehingga anda harus melalui tempat pengisian bensin sebelum anda sampai ke tempat istirahat. Padahal dulunya kita bisa langsung ke tempat istirahat tanpa harus melalui tempat pengisian bensin. Belum lama ini mereka membangun pembatas jalan, sehingga kita harus melalui tempat pengisian bensin sebelum ke tempat istirahat. Kalau anda ingin langsung ke tempat istirahat, anda harus berputar-putar terlebih dahulu. Sedangkan tempat istirahat yang satu lagi jalurnya terbalik : kita bisa istirahat dulu sebelum kemudian mengisi bensin.

Mana menurut anda yang akan lebih mendatangkan hasil lebih banyak? Dalam Psikologi Sosial, dikenal suatu penelitian yang disebut hukum timbal balik : Jika kita berbuat sesuatu kebaikan terhadap orang lain, maka ia akan berusaha membalas kebaikan tersebut. Anda akan merasa tidak enak kalau tidak membalas kebaikan orang tersebut. Dari 2 contoh TI tersebut, pada contoh yang pertama, orang akan merasa kesal karena merasa “dipaksa” untuk isi bensin dulu sebelum menuju tempat istirahat. Sedangkan contoh yang kedua, memberikan kesempatan untuk anda beristirahat dulu. Jika anda sudah lebih segar dan kebetulan bensin tinggal sedikit, maka anda tidak akan ragu untuk mengisi, karena merasa telah mendapatkan sesuatu terelebih dahulu.

Karena hukum timbal balik ini memiliki kekuatan yang dahsyat, banyak orang yang menggunakan teknik ini untuk berbuat sesuatu yang tidak baik. Berikut adalah contoh penggunaan yang salah dari hukum ini :

Belum lama ini di Internet beredar suatu cerita (entah benar atau tidak), ada seorang wanita yang baru pulang dari mal dan mendapati ban mobilnya kempes. Ketika ia sedang mencoba mengganti ban, datanglah seorang pria yang menawarkan kebaikan untuk membantunya mengganti ban. Ketika sudah selesai, orang tersebut minta tolong apakah bisa diantarkan ke sisi lain dari mal karena mobilnya ada disana. Wanita tersebut merasa serba salah. Disatu pihak ia merasa berhutang budi, di pihak lain ia merasa tidak nyaman karena belum mengenal orang tersebut. Akhrinya wanita tersebut berpura-pura ketinggalan sesuatu, dan meminta pria itu menunggu di mobil, sementara si wanita kembali ke dalam mal dan melaporkan ke satpam setempat. Ketika kembali lagi, pria tersebut telah pergi dan di dalam tas si pria yang ketinggalan ditemukan peralatan yang bisa digunakan untuk berbuat kejahatan.

Contoh lain : pernahkah anda berjalan-jalan di mal dan mendapati seseorang yang mendekati anda sambil berkata “Selamat, anda mendapat produk gratis” dan menyodorkan sebuah benda. Jika anda berhenti dan mengambil benda tersebut, anda sudah terkena taktik mereka. Anda akan diminta mampir ke tempat mereka untuk mendengarkan presentasi. Karena sudah memegang benda yang disodorkan, anda akan merasa sungkan untuk menolak permintaan mereka. Berhati-hatilah!

Sebagai kesimpulan, bantulah prospek, client atau pelanggan anda terlebih dahulu secara tulus, maka mereka tidak akan sungkan dan ragu untuk membalas kebaikan tersebut kepada anda. Semoga bermanfaat!

NOTE : Tanggal 28 Agustus dalam rangka memperingati ulang tahun Indonesia, AMA DKI akan menyelenggarakan Motivation Day menampilkan 6 Speaker dari berbagai bidang. Saya akan tampil di Track 1 dengan judul “Merdeka Untuk Menjual !!”. Temukan “Sales Synchronization” yang akan me-merdeka-kan diri anda dari belenggu yang menghambat sales anda untuk meledak berlipat-lipat. Silakan kunjungi www.omzetter.com untuk informasi lebih lanjut.

Salam Omzetter.

Norman Firman MBA Sales & Marketing Coach This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

 
< Prev   Next >