| How to Avoid Elimination |
|
|
|
| Written by Norman Firman, MM., MBA., CBA | |
| Sunday, 05 November 2006 | |
|
Suatu hari saya pergi bersama keluarga untuk makan di Foodcourt di salah satu mal di Jakarta. Saya tidak tahu ingin makan apa, maka ketika masuk ke Foodcourt saya mulai melihat sekitar dan kemudian tanpa saya sadari, saya memesan di salah satu counter. Saya merenung kenapa saya memilih di counter ini dan bukan di tempat lain, apa yang terjadi di dalam pikiran saya ketika memilih dan menentukan pilihan? Jawaban yang saya dapatkan adalah sebagai berikut :
Apakah anda tahu perbedaan antara iklan Baris di koran dengan iklan yang biasa? Jawabannya adalah sebagai berikut : iklan biasa dimaksudkan untuk menginformasikan kepada calon konsumen tentang produk atau jasa yang ditawarkan oleh si penjual. Sedangkan iklan Baris dimaksudkan untuk calon konsumen yang memang sedang mencari produk atau jasa yang mereka tawarkan. Jadi dengan iklan biasa, konsumen dari tidak tahu dibuat menjadi tahu, sedangkan iklan baris, konsumen sudah tahu kemudian mencarinya. Yang ingin saya bahas di sini adalah Iklan Baris. Ketika seseorang sudah mengetahui apa yang mereka inginkan, maka mereka akan mencari di kategori iklan tersebut. Misalkan ia sedang mencari mobil bekas, maka ia akan mencari di iklan baris kategori mobil bekas. Ketika ia sedang mencari suplier makanan, maka ia akan mencari di iklan baris kategori makanan. Dari sejumlah iklan yang ada di kategori, ia akan menyeleksi, membuang/mengeliminasi yang tidak menarik dan memilih mana yang paling sesuai dengan yang diinginkannya. Kadang-kadang sebuah iklan tereliminasi oleh pembaca bukan karena produk/jasa yg ditawarkan jelek, tetapi karena ada iklan yang lebih menarik. Sekarang saya akan berpindah kepada Sales. Misalkan anda mempunyai bisnis atau toko yang berada di suatu tempat di mana di tempat itu banyak bisnis atau toko lain yang menjual barang/jasa yang sama, misalkan : jual makanan di foodcourt, jual Handphone di Pusat Handphone, jual garment di Tanah Abang (Pusat Garment), hotel/losmen di kawasan wisata, café di Lifestyles Center, dsb. Ketika konsumen sudah mengetahui apa yang ia inginkan, maka konsumen biasanya akan mendatangi tempat-tempat yang banyak menyediakan barang/jasa sesuai yang ia inginkan, karena banyak pilihannya (sama seperti di iklan baris). Kemudian dari pilihan yang banyak konsumen akan mulai memilih mana yang paling sesuai dengan keinginannya. Namun secara tidak sadar, ketika proses memilih sedang terjadi, sebenarnya si konsumen mulai meng-ELIMINASI toko-toko yang tidak sesuai dengan dirinya. Sama ketika anda baru mengenal orang baru, hanya dalam hitungan detik anda dapat langsung menentukan apakah orang ini menyenangkan atau tidak, apakah enak diajak omong atau tidak, dsb. Salah satu kriteria yang digunakan konsumen ketika melakukan ELIMINASI adalah penampilan dari si Toko : warna, pencahayaan, penampilan penjaga toko, foto-foto yang dipajang, musik yang dimainkan, tamu yang ada di toko, dsb. Masih ingat dengan Broken Window Theory? (lihat artikel tentag ini pada Blog ini juga) Kalau toko anda termasuk dalam kategory Broken Window, maka toko anda akan segera Ter-ELIMINASI oleh konsumen ketika ia sedang memilih. Sama seperti di AFI dan Indonesian Idol, mereka yang tidak Ter-ELIMINASI sampai akhir, ialah yang akan menang. Tanyalah kepada diri anda sendiri, apakah Toko/Bisnis anda termasuk yang mudah Ter-ELIMINASI atau tidak. Semoga bermanfaat. |
| < Prev | Next > |
|---|









