| Broken Window Technique |
|
|
|
| Written by Norman Firman, MM., MBA., CBA | |
| Thursday, 02 November 2006 | |
|
Suatu malam sepulang dari mengajar di salah satu universitas di Jakarta, saya melalui jalan Cempaka Putih di mana di situ terdapat salah satu koridor dari Busway jurusan Pulogadung-Harmoni (koridor 2). Berbeda dengan koridor 1 yaitu Blok M - Kota yang terawat cukup baik, busway koridor 2 terkesan kurang terawat.
Melihat hal ini, saya teringat akan suatu kasus yang terjadi di Amerika di mana pada saat itu pemerintah Amerika ingin meremajakan angkutan kereta bawah tanah/subway mereka dengan yang baru. Namun pada saat itu, kondisi subway tersebut sangat memprihatinkan, penuh dengan kriminalitas dan coretan grafiti pada dinding, baik dinding kereta maupun stasiun. Seorang ahli kriminal bernama George Kelling yang terkenal dengan Broken Window Theory dipekerjakan sebagai Konsultan untuk membantu proses peremajaan subway tersebut. Sebagai penggagas Broken Window Theory, ia mengusulkan untuk menggunakan Theory tersebut dalam peremajaan Subway tersebut. Broken Window Theory mengatakan "Sebuah bangunan yang dipenuhi oleh dinding yang pecah akan membuat orang berasumsi bahwa tidak ada orang yang merawat/memperhatikan bangunan tersebut atau penampilannya". Hal ini kemudian akan mendorong orang melakukan vandalisme dan kriminalitas di bangunan tersebut. Akhirnya disetujui bahwa Theory tersebut akan diaplikasikan pada subway. Mereka kemudian disiplin untuk menjaga kebersihan dan kerapihan baik kereta maupun stasiun. Jika ada kereta yang datang dalam keadaan di-vandalis-me, maka kereta langsung harus dibersihkan dan tidak boleh jalan sebelum dibersihkan. Begitu seterusnya, sehingga para vandalisme dan kriminal menjadi enggan untuk melakukan aksinya kembali baik di kereta maupun di stasiun. Jika Busway di Jakarta tidak segera diperhatikan, maka Broken Window Theory akan berjalan. Sekarang saja di beberapa ruas sering saya melihat motor, mobil, angkutan umum berjalan di atas jalur busway. Jika ini dibiarkan maka sistem akan hancur dan semua orang akan ikut melanggar. Bagaimana penggunaan Teknik ini dalam sales? Jangan sampai toko atau bisnis anda terlihat oleh konsumen seperti tempat yang sepi, tidak laku, tidak terawat. Begitu orang mulai mempunyai persepsi begitu, maka akan semakin sulit bisnis anda. Aturlah agar penampilan / layout toko secara teratur diubah. Undanglah teman-teman anda untuk datang ke toko, agar tidak terlihat sepi. Jika anda ingin memberikan diskon, berikan diskon di jam-jam ramai pengunjung berseliweran di depan toko agar mereka melihat toko anda ramai, dsb. Ada pernah suatu kasus dimana sebuah Butik penjualan baju menemukan Suatu Teknik membujuk tanpa sengaja. Jika anda pernah melihat pemilik atau karyawan toko menunggu masuknya pembeli ke toko mereka, pastilah mereka sangat bosan. Setiap hari hanya menunggu, melihat baju dan pajangan yang sama dari hari ke hari tanpa perubahan yang signifikan. Nah, Butik baju ini karena bosan melihat pajangan yg itu-itu saja, mereka berniat untuk menggantinya. Maka mereka mengeluarkan baju yang lain yg belum dipajang. Karena baju-baju tersebut disimpan di dalam kotak agar tidak rusak, maka ketika mereka sedang mengganti baju yg ada di pajangan, konsumen yang lewat di depan Butik mereka bisa melihat tumpukan kotak-kotak baju. Melihat pegawai toko mengganti baju yang ada di pajangan, konsumen (terutama wanita) tertarik untuk mengetahui baju apa yang akan dipajang. Mereka menganggap baju yang akan dipasang pastilah baju baru, trend baru, mode baru, dsb. Hal ini membuat beberapa konsumen berhenti untuk melihat baju-baju model apa yang akan dipajang. Melihat ada orang melihat-lihat, memancing orang lain untuk ikut melihat-lihat. Semakin banyak yang melihat, semakin besar dorongan orang-orang lain untuk turut melihat. Melihat banyak orang yang ikut melihat, mendorong tingkat persaingan diantara mereka yang melihat untuk memiliki baju-baju yang baru dipajang dan dalam sekejap baju-baju tersebut ludes terjual. Sekarang Butik baju tersebut sengaja meng-expose acara penggantian baju yang ada di pajangan, tetap menggunakan teknik yang sama, menumpuk kotak-kotak agar terlihat konsumen. Semoga teknik ini dapat membantu bisnis anda semakin Sukses lagi! |
| < Prev | Next > |
|---|









