| How to Increase Sales of Premium Car |
|
|
|
| Written by Norman Firman, MM., MBA., CBA | |
| Thursday, 02 November 2006 | |
|
Sekarang ini di kota-kota besar di Jakarta sangat mudah menemukan mobil-mobil mewah berseliweran di jalan-jalan raya: Mercedez, BMW, Audi, Jaguar, dll. Masalah yang sering dihadapi oleh penjual mobil-mobil mewah tersebut adalah nilai jual kembali yang turun drastis. Beli dengan harga mahal tetapi kemudian harganya jatuh. Ada sebagian konsumen yang sangat perduli dengan harga jual kembali. Mereka menganggap mobil tersebut sebagai sebuah investasi, sehingga mengurungkan niat untuk membeli mobil bukan karena tidak punya uang, tetapi karena nilai jual kembali yang jatuh. ![]() How to Increase Sales of Premium Car Bagaimana mensiasati agar tipe konsumen yang sangat peduli terhadap nilai jual kembali mau membeli? Agar mereka mau membeli, maka harga jual kembali harus dikerek. Bagaimana cara mengereknya? Saya menemukan Teknik ini dari Rumah Sakit, saya sebut “Teknik Riwayat”. Jika anda telah punya anak, pastilah ketika anak anda lahir di Rumah Sakit, anak anda akan mendapatkan buku periksa yang harus dibawa setiap kali periksa. Di buku tersebut ditulislah riwayat sakit, vaksinasi, dsb yang dialami oleh si anak, berikut tanggal-tanggalnya. Sehingga ketika dibawa ke dokter lain, si dokter bisa melihat riwayat kesehatan si anak. Nah, kenapa hal ini tidak dilakukan juga oleh setiap mobil yang diservis? Memang ada buku servis, ada keterangan apa-apa saja yang akan diperiksa setiap kilometer tertentu. Tetapi apa yang sebenarnya terjadi ketika mobil dibengkelkan, apa yang diganti (misalkan ada pergantian timing belt, penggantian plat kopling, dsb), kapan diganti (kilometer berapa) tidak tercatat di buku servis. Keterangan tersebut adanya di Invoice dari bengkel. Kenapa tidak dibuat suatu buku servis yang exclusive, dengan sampul kulit, memuat data lengkap apa saja yang telah dilakukan setiap kali mobil tersebut dibengkelkan, apa yang diganti, siklus penggantian oli, dsb. Bengkel resmi selama ini mempunyai reputasi tidak mau meng-akali komponen yang rusak. Mereka akan mengganti komponen yang rusak tersebut, bukan memperbaikinya. Sekilas hal ini tampak memberatkan, tetapi dari sudut pandang lain, komponen yang ada di dalam mobil tersebut berarti selalu dalam keadaan yang baik. Kombinasi informasi lengkap mengenai RIWAYAT pemeliharaan mobil dan REPUTASI bengkel resmi yang selalu mengganti komponen yang rusak dapat dipakai sebagai senjata ketika akan menjual mobil tersebut kembali. Pemilik yang sekarang dapat mengatakan bahwa mobil ini masih bagus, ada bukti detail pemeliharaan dan dirawat di bengkel resmi, jelas bebet-bibit-bobotnya, maka hal ini akan dapat meningkatkan harga jual kembali mobil tersebut. Konsumen merasa tenang membelinya walaupun mobil tersebut adalah bekas, karena terawat dengan baik selama ini. Jika harga jual kembali sudah mulai naik, maka konsumen yang peka terhadap harga jual kembali sekarang akan mempertimbangkan untuk membeli mobil tersebut. Buat bengkel resmi hal ini juga sesuatu yang positif. Jika karena adanya data pemeliharaan yang lengkap yang dipegang oleh konsumen dapat meningkatkan harga jual kembali, maka konsumen akan lebih memilih mem-bengkel-kan di bengkel resmi dibandingkan di bengkel biasa, karena harga jualnya akan lebih tinggi. Selain itu konsumen juga akan membengkelkan mobilnya dengan disiplin supaya catatan riwayat mobilnya baik. Kalau ia tidak disiplin bisa mempengaruhi harga jual mobilnya kembali. Untuk dapat menjalankan teknik ini dengan Sukses, disiplin dari bengkel sangat diperlukan. Tanpa disiplin akan terjadi Broken Glass Theory (lihat artikel ttg hal ini di Blog ini) dan pada akhirnya tidak mencapai hasil yang diinginkan. |
| < Prev |
|---|













